FLAT SLAB WITH COLUMN HEAD GEDUNG KANTOR

Main Article Content

Dwi Kurniati

Abstract

Flat slab adalah konstruksi pelat beton bertulang tanpa balok, dengan flat slab dan kolom sebagai media pemikul beban dari bangunan. Dengan tidak menggunakan balok, keuntungan yang didapat adalah mengurangi volume beton, mengurangi ketinggian perlantai, dan mengurangi beban struktur. Sistem struktur flat slab terbilang mempunyai kelebihan dibanding dengan sistem struktur beton bertulang biasa (konvensional), yaitu lebih ekonomis, Kepala kolom adalah salah satu tipe konstruksi pengganti fungsi struktur balok di dalam metode konstruksi flat slab. Penambahan kepala kolom pada pelat selain meningkatkan tahanan geser pelat, juga mengurangi momen pada pelat karena memperpendek bentang. Penelitian ini mencoba merekayasa struktur flat slab kepala kolom dan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) menggunakan kententuan SNI 1726:2012, SNI 2847:2013, SNI 1727:2013 dan software Etabs 2016. Berdasarkan analisis dan perhitungan diperoleh tebal pelat lantai 200 mm dengan tulangan D22-300 mm untuk lajur kolom dan D22-300 mm untuk lajur tengah. Tebal pelat atap s120 mm dengan tulangan D16-250 mm untuk lajur kolom dan lajur tengah menggunakan tulangan D16-250 mm. Tebal kepala kolom 800 mm dengan tulangan D13-130 mm untuk arah x maupun arah y. Menggunakan 2 jenis kolom yaitu kolom 1 600 mm x 600 mm didapatkan tulangan 6 D22 dan kolom 2 500 mm x 500 mm didapatkan tulangan 4 D22

Article Details

How to Cite
Kurniati, D. (2021). FLAT SLAB WITH COLUMN HEAD GEDUNG KANTOR. Jurnal Karkasa, 7(1), 35-41. https://doi.org/10.32531/jkar.v7i1.373
Section
Articles

References

Aroshid, I. K. (2016). Study Perbandingan Perencanaan Flat Slab dengan Drop Panel dan Slab dengan Beam Pada Kasus Struktur Basement Proyek Sequis Tower. Jakarta

Badan Standarisasi Nasional. (1989). Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung nomor 03-1727. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. (2002). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung nomor 03-2847. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. (2012). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung nomor 1726. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. (2013). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung nomor 2847. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. (2013). Beban Minimum untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain nomor 1727. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. (2019). Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung nomor 1726. Jakarta.

Chavan, G.R. dan Tande, S.N. (2016). Analysis and Design of Flat Slab. International Journal of Latest Trends is Engineering and Technology. 7(1):133-138.

CIV204-Perancangan Struktur Beton. (2018). Materi Struktur Beton Lanjutan, Universitas Pembangunan Jaya. Tangerang Selatan.

ETABS. 2016. Integrated Analysis, Design and Drafting of Building Systems, Version 16.2.1 [Software]. Computers and Structures, Inc. New York.

Ferguson, P.M. (1991). Dasar-dasar Beton Bertulang. Erlangga. Jakarta.

Imran, I., Hendrik, F. (2017). Perencanaan Lanjut Struktur Beton Bertulang. ITB. Bandung.

McCormac, J.C. (2000). Desain Beton Bertulang. Erlangga. Jakarta.

Microsoft Office. (2016). Microsoft Excel for Microsoft 365 MSO (16.0.12730.20252) 64-bit. Microsoft 365. Washington.

Mpa The Concrete Centre. (2016). Slabs and Flat Slabs Lecture 5. EC2 Webinar. London.

More, R.S., and Sawant, V.S. (2015). Analysis of Flat Slab. International Journal of Science and Research. Title no.98-101.

Munawar, M.C. (2014). Kajian Struktur Bangunan Gedung Politeknik Perkapalan ITS dengan Sistem Plat dan Balok Biasa Konvensional Dibandingkan Sistem Struktur Flat Slab dengan Drop Panel Ditinjau dari Estetika, Biaya dan Waktu. Tugas Akhir. Politeknik Perkapalan ITS. Surabaya.

Nawym Edgard, G. (1990). Beton Bertulang Suatu Pendekatan Dasar. Terjemahan. PT Eresco. Bandung.

Nugroho, H.C. (2020). Redesain Struktur Gedung Medik RSUD Wates dengan Menggunakan Software ETABS. Tugas Akhir. Universitas Teknologi Yogyakarta. Yogyakarta.

Nurfiansyah, E. (2019). Analisa Perbandingan Efisiensi Sistem Struktur Pelat-Balok dengan Sistem Struktur Flat Slab-Drop Panel Pada Proyek Jogja Apartment. Tugas Akhir. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Yogyakarta.

PcaSctructurePoint. (2004). PcaSlab User’s Manual. PCA Structure Point Concrete Software Solutions. USA.

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia. (2017). Indonesia Seismic Zone. Pusat Studi Gempa Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Jakarta.

Purnama, A.C. (2017). Modifikasi Perencanaan Gedung Amaris Hotel Madiun dengan Menggunakan Metode Flat Slab dan Shear Wall. Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya.

Sadini, D.S. (2018). Perencanaan Struktur Gedung Dafam Hotel dengan Metode Flat Slab. Tugas Akhir. Universitas Jember. Jember.

Setiawan, A. (2008). Perencanaan Struktur Baja dengan Metode LFRD. Erlangga. Jakarta.

Setiawan, E. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Retrieved November 18, 2016. from: http://kbbi.web.id/.

Wantalangie, R. O. F. (2016). Analisa Statik dan Dinamik Gedung Bertingkat Banyak Akibat Gempa Berdasarkan SNI 1726-2012 dengan Variasi Jumlah Tingkat. Jurnal Sipil. Universitas Sam Ratulangi.

Wight, J.K., McCormac, J.C. (2009). Reinforced Concrete Mechanics & Design. Pearson Education. New Jersey.

Wolfgang, S., (2001). Struktur Bangunan Bertingkat Tinggi. PT Refika Aditama. Bandung.
Abstract viewed = 21 times
PDF downloaded = 2 times