PEMANFAATAN SUMBER WISATA PANTAI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH

Main Article Content

Milinda Tulaseket
Markus Muda
Fanny Jitmau

Abstract

     Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan sumber wisata pantai sebagai potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Distrik Maladumes, Kota Sorong, dari perspektif akuntansi sektor publik. Distrik Maladumes memiliki kekayaan alam berupa pantai yang indah dan beragam, namun hingga saat ini belum dikelola secara optimal sebagai sumber pendapatan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya sistem retribusi resmi, kebijakan pengelolaan, serta pencatatan keuangan yang akuntabel menyebabkan sektor wisata pantai belum memberikan kontribusi nyata terhadap PAD.


     Jika mengikuti pembagian hasil sesuai Peraturan Daerah, maka kontribusi kepada pemerintah daerah sebesar 30% atau Rp198.774.000, yang setara dengan 39,75% dari target PAD sektor pariwisata sebesar Rp500.000.000. Angka ini menunjukkan bahwa Distrik Maladumes memiliki potensi besar sebagai kontributor utama PAD, apabila dikelola dengan pendekatan akuntansi yang baik dan sesuai prinsip transparansi.


     Kurangnya pencatatan keuangan, tidak diterapkannya skema pembagian hasil secara resmi, serta minimnya peran aktif Dinas Pariwisata menjadi hambatan utama dalam optimalisasi sektor ini. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem akuntansi pemerintahan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), serta penguatan koordinasi kelembagaan agar potensi wisata pantai dapat menjadi sumber pendanaan pembangunan daerah yang sah, akuntabel, dan berkelanjutan.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

PEMANFAATAN SUMBER WISATA PANTAI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH. (2025). Jurnal Pitis AKP, 9(2). https://doi.org/10.32531/wpgr6c17

References

Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Halim, A. (2004). Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Halim, A., & Kusufi, M. S. (2004). Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

Lawton, L., & Weaver, D. (2006). Tourism Management. Milton, Queensland: John Wiley & Sons Australia.

Mardiasmo. (2002). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: Andi Offset.

Marpaung, H. (2002). Pengetahuan Kepariwisataan. Bandung: Alfabeta.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Soekadijo, R. G. (2002). Anatomi Pariwisata: Memahami Pariwisata sebagai Systemic Linkage. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita.

Rahmad, S. F., Saleh, H., & Abduh, T. (Tahun publikasi). Pengembangan Objek Wisata Pantai Dalam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banggai Laut. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bosowa.

Ahmar, A., Nurlinda, & Muhani, M. (Tahun publikasi). Peranan Sektor Pariwisata Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Palopo. Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi.

Roslin, F. Y., Daisy, S. M., & Tumangkeng, S. Y. L. (Tahun publikasi). Strategi Pengembangan Objek Wisata Buntu Burake Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Tana Toraja. Jurnal EMBA/Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi.