ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN JASA KONSTRUKSI PADA PT. MELIASARI BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) No. 34

Main Article Content

Pitter Leiwakabessy
Mulyana Endah Safitri

Abstract

Pendapatan adalah salah satu unsur penting untuk memaksimalkan laba dari suatu organisasi yang profit oriented. Pendapatan harus diukur dengan wajar agar supaya pendapatan yang diakui tepat, sehingga tidak mengakibatkan overstated atau understated laba. Pada perusahaan konstruksi ada dua metode pengakuan pendapatan yang sesuai dengan PSAK No.34 (revisi 2010), yaitu metode kontrak selesai dan metode presentase penyelesaian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode pengakuan pendapatan dan dasar pengukuran pendapatan yang digunakan oleh PT. Meliasari telah sesuai dengan PSAK No.34 (revisi 2010). Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dimana data yang dikumpulkan disusun, dikelompokkan, diinterpretasikan, dan dianalisis sehingga dapat memberikan gambaran yang sebenarnya. Hasil penelitian mengungkap bahwa perusahaan menggunakan metode presentase penyelesaian dengan menggunakan ukuran keluaran untuk mengakui pendapatannya sehingga mengakibatkan terjadinya overstated dan understated pendapatan yang diakui. Dibandingkan dengan dasar biaya terhadap biaya, laba yang seharusnya diakui oleh perusahaan menunjukkan jumlah yang lebih wajar.

Article Details

How to Cite
Leiwakabessy, P., & Safitri, M. (2020). ANALISIS PENGAKUAN PENDAPATAN JASA KONSTRUKSI PADA PT. MELIASARI BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) No. 34. Jurnal Pitis AKP, 4(1), 21-30. https://doi.org/10.32531/jakp.v4i1.384
Section
Articles

References

[1] Bastian Bustami, 2009, Akuntasi Biaya, Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media.
[2] Eko Wahyu Prasetyo, (2011) “Pengakuan Dan Pencatatan Pendapatan Kontrak Konstruksi Pada PT Sinnindo Karya”,
[3] https://repository.polibatam.ac.id/uploads/207029-20170821030848.pdf. diakses 28 Oktober 2018.
[4] Firdaus dan Wasilah, 2012, Akuntansi Biaya. Jakarta: Salemba empat
[5] Hansen dan Mowen. 2009. Manajemen Biaya, Edisi Bahasa Indonesia. Buku Kedua. Jakarta.
[6] Hartanto, (2003). Akuntansi keuangan menengah 2. Yogyakarta : Fakultas Ekonomi,Universitas Gadjha Mada.
[7] Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan IFAC. PSAK No. 23 : Penerbit IAI, 2017
[8] Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan IFAC. PSAK No. 34 : Penerbit IAI, 2017
[9] Mulyadi, 2012 akuntansi Biaya, Edisi 5, Cetakan Keseblas STIM YKPN, Yogyakarta
[10] Mursyidi. (2008). Akuntansi Biaya. Bandung: Refika Aitama.
[11] Kieso. Et al. (2007), Diterjemahkan oleh Emil Salim. Akuntansi Intermediate. Edisi Keduabelas.jilid 2. Penerbit Erlangga. Yogyakarta.
[12] Rudianto (2012: 27). Pengantar Akuntansi (adaptasi IFRS), Ciracaas, Jakarta: Penerbit Erlangga
[13] Zaki Baridwan, M.Sc, (2008: 10). Intermediate Accounting edisi kedelapan.Yogyakarta : Fakultas ekonomi UGM.
[14] Muda, M. (2017). Analisis Perhitungan Metode Penyusutan Aktiva Tetap Menurut PSAK No. 16 dan Undang-undang Perpajakan Serta Pengaruhnya terhadap Laporan Keuangan PT Kalanafat Putra. Jurnal Pitis AKP, 2(1), 12-28.
Abstract viewed = 11 times
PDF downloaded = 6 times