ANALISA PENCATATAN PERSEDIAAN BARANG DAGANG PADA PT. BUMI IRIAN INDAH KOTA SORONG
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem pencatatan persediaan barang dagang pada PT. Bumi Irian Indah Kota Sorong. Metode pencatatan persediaan barang dagang yang digunakan oleh PT. Bumi Irian Indah yaitu menggunakan metode pencatatan secara langsung dengan melihat pembelian secara langsung dan juga penjualan secara langsung. PT. Bumi Irian Indah menerapkan sistem pencatatan perpetual dalam pengelolaan persediaan barang dagangan, dimana perusahaan menggunakan metode FIFO (First In, First Out) atau MPKP (Masuk Pertama Keluar Pertama). Artinya, barang yang pertama kali masuk ke dalam gudang penyimpanan akan menjadi barang pertama yang dikeluarkan. Dengan demikian, sistem pencatatan dan penilaian persediaan barang dagangan yang diterapkan oleh PT. Bumi Irian Indah telah berjalan dengan baik. Perusahaan telah menyajikan persediaan dalam laporan laba rugi serta neraca sebagai bagian dari aset lancar pada kelompok pasiva. Penyusunan laporan dilakukan secara berkala melalui perubahan dan laporan tahunan yang disusun oleh bagian akuntansi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan tahunan yang artinya bahwa metode pencatatan persediaan barang dagang yang di gunakan oleh PT Bumi Irian Indah Kota Sorong sudah sesuai dengan PSAK No. 16 dimana laporan keuangan harus mengungkapkan informasi terkait biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan serta biaya operasional yang dapat dikaitkan dengan pendapatan.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong
How to Cite
References
Anastasia Diana dan Lilis Setiawati, Akuntansi Keuangan Menengah
(Yogyakarta: Andi Offset, 2017), hal. 180
Asep Saeful Millah, “Pengertian Minimarket,” pengarasan.com, 2019, http://www.pengarasan.com.pengaertian-minimarket.html.
Azhar Susanto, Pencatatan Persediaan Barang Dagang Berbasis Komputerisasi, (Jakarta: Lingga Jaya, 2014)
Bastian, Indra. 2007. Sistem Akuntansi Sektor Publik. Cetakan kedua. Jakarta: Salemba Empat.
Dunia, Firdaus. 2010. Ikhtisar Lengkap Pengantar Akuntansi Edisi Ketiga.
Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Dwi Martani, Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK, (Jakarta: Salema Empat.2018), h. 250.
Ely Suhayati dan Sri Dewi Anggadini, Akuntansi Keuangan, (Yogyakart: Graha Ilmu, 2016) , 226
Fitri Nur Wildana dan Erni Unggul Sedya Utami, Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Atas Barang Dagang Pada CV. Sumber Alam Sejahtera Tegal,(Politeknik Harapan BersamaTegal, Juni 2017)
Hery,S.E.,M.Si.,RSA.,CRP,PengantarAkuntansi,(Jakarta:PenerbitPTGrasindo,2015), h.
405
IAI, Standar Akuntansi Keuangan Persediaan, (Garha Akuntan: Jakarta, 2018),h.141
Ikatan Akuntan Indonesia.(2011). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Aset Tetap. Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2015. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2016. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Jakarta : Ikatan Akuntansi Indonesia.
Ikatan Akuntansi Indonesia, Standart Akuntansi Keuangan, Revisi 2015.PSAK 16 Aset Tetap.Dewan Standart Akuntansi Keuangan.
Mursyidi, Akuntansi Pemerintahan di Indonesia, (Bandung: Refika Aditama, 2015), 161.
Nazir, Moh Ph.D. 2011. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia.
Nurdin, Ismail, & Hartati, S. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat.
Siska Prasylia Hartati Harahap, SkripsiAnalisisPenerapanPsakNo.14Tentang Akuntansi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Perkebunan Nusantara Iii (Persero) Medan, 2019
Sujarweni, V. Wiratna. 2016. Pengantar Akuntansi. Yogyakarta : Penerbit Pustaka Bau Press.