Pembangkit Listrik Tenaga Surya Di Waisai Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pada masa sekarang kebutuhan akan energi listrik telah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat baik yang tinggal di kota maupun masyarakat yang tinggal di desa. Penyediaan kebutuhan energi listrik tersebut terus diupayakan oleh pemerintah agar rasio elektrifikasi dan desa belistrik di Indonesia dapat ditingkatkan secara bertahap. Berdasrkan data Direktorat Jenderal Listrik Dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM tahun 2017 sebagian wilayah barat indonesia mulai dari Daerah Istimewa Aceh hingga Sulawasi ratio elektrifikasinya mencapai rata-rata di atas 70%. Khususnya provinsi Papua Barat rasio elektrifikasinya mencapai 82,7% namun terdapat ketimpangan dalam hal pemerataan dimana rasio desa berlistrik hanya mencapai 54,47%. Hal ini disebabkan oleh karena sebagian wilayah Papua Barat adalah pedesaan, daerah terpencil dan kepulauan dengan kondisi geografis berupa pegunungan meyebabkan mobilisasi alat sangat sulit. Untuk meningkatkan rasio desa belistrik maka salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam untuk pembangunan pembangkitkan listrik. Potensi sumber daya alam Provinsi Papua Barat khususnya wilayah Waisai Kabupaten Raja Ampat adalah energi sinar matahari yang melimpah baik dalam intensitas radiasi matahari maupun lamanya waktu penyinaran karena letak geografis yang terletak pada garis khatulistiwa.
Pada penelitian dilakukan secara eksperimen dengan membuat pembangkit listrik tenaga surya type photovoltaic 50 Wp untuk memperoleh data secara empiris yang memberikan informasi parameter potensi pembangkit listrik tenaga surya. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa di Waisai Raja Ampat intensitas radiasi maksimumum dapat mencapai 1101.2 W/m2, daya input maksimum dan daya ouput maksimum sel photovoltaik masing-masing 339,9404 Watt dan 30,46640 Watt dengan efisiensi maksimum mencapai 9,26%. Berdasarkan data empiris tersebut maka prospek pemanfataan pembangkit listrik tenaga surya type photovoltaic di Waisai Kabupaten Raja Ampat sangat baik dan tepat.
Rincian Artikel
Bagian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
Direktorat Jenderal Listrik Dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM tahun 2017 ( www.esdm.go.id diakses 17 Mei 2018).
Boedoyo, Mohamad Sidik. "Potensi dan Peranan PLTS Sebagai Energi Alternatif Masa Depan di Indonesia." Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia 14.2 (2013).
Septiadi, Deni, et al. "Proyeksi Potensi Energi Surya Sebagai Energi Terbarukan (Studi Wilayah Ambon dan Sekitarnya)." Jurnal Meteorologi dan Geofisika 10.1 (2016).
Ardiatama, Mochamad Wahyu, and Imam Abadi. “Perancangan Sistim Penjejak Matahari Dua Sumbu Dengan Metode Active Tracking Menggunakan Kontrol Fuzzy Tipe-2 Interva.†Jurnal Teknik ITS 7.1 (2018):78-83.
Hasibuan, Alaudin Riyadsyah. Efisiensi Output Panel Surya Terhadap Perubahan Temperatur Menggunakan Simulasi Cahaya Lampu Sebagai Sumber Cahaya Pengganti Matahari. Diss. 2019.
Subekti Yuliananda, Gede Surya, RA Retno Hastijanti. “Pengaruh Perubahan Intensitas Matahari Terhadap Daya Keluaran Panel Surya.â€Jurnal Pengapdian LPPM Untag Surabaya November 2015, Vol.01, No.02 Hal 193-202).
Hasan, Hasnawiya. "perancangan pembangkit listrik tenaga surya di pulau Saugi." Jurnal Riset dan Teknologi Kelautan10.2 (2012): 169-180).
Rohana, Rohana, and Zulfikar Zulfikar. "OPTIMALISASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS DAYA LISTRIK." Kumpulan Penelitian dan Pengabdian Dosen 1, no. 1 (2018).
Wibawa, Unggul, and Andy Darmawan. “Penerapan Sistim Photovoltaik Sebagai Suplai Listrik Beban Pertanaman†Jurnal EECCIS 2.1 (2012):26-37.