Analisis Perbandingan Quality of Service LTE Telkomsel Berdasarkan Parameter KPI
Isi Artikel Utama
Abstrak
Abstrak
Analisis Key Performance Indicator (KPI) yang diselaraskan dengan Quality of Service merupakan parameter untuk mengevaluasi kinerja sebuah jaringan. Telkomsel sebagai salah satu operator seluler menerapkan parameter yang cukup ketat untuk selalu meningkatkan performansi jaringannya. Paremeter yang dibahas pada penelitian ini digunakan untuk menunjang kinerja jaringan diantaranya accessibility, retainability dan integrity. Parameter tersebut dianalisis agar mengetahui perbandingan teknologi Frequency Division Duplex (FDD) dan Time Divison Duplex (TDD) pada jaringan LTE Telkomsel. Pada hasilnya Quality of Service (QoS) yang telah diselaraskan oleh parameter Key Performance Indicator memperlihatkan perbandingan performansi antara jaringan LTE TDD dan FDD. LTE TDD memiliki nilai rata-rata persentase kegagalan sebesar dalam pelayanan sebesar 0.073%, lebih kecil dibandingkan dengan LTE FDD yang memiliki persentase kegagalan lebih tinggi hingga mencapai nilai 0.159%.
Kata kunci : Key Performance Indicator (KPI), BTS, QoS, LTE
Rincian Artikel
Bagian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
[1] Ketty (2016). Analisis Jaringan Lte Pada Frekuensi 700 Mhz dan 1800 Mhz Area Kabupaten Bekasi Dengan Pendekatan Tekno Ekonomi. Jurnal InComTech, 7(1).
[2] Farman, Noman & Muhammad, Rahmat (2016). An Evaluation on Long Term Evolution (LTE) and its PHY Layers. International Journal of Computer Engineering and Information Technology (IJCEIT), 8 (2), 18-22.
[3] Suci, Muhammad, & Azmi A, Dwi, Octarina (2018). Long term Evolution (LTE) Network Design Frequency Division Duplex (FDD) of 1800 Mhz Based on Subscriber Growth Forecasting in 2025 at Denpasar, Indonesia. IEEE 5th International Conference on Engineering Technologies and Applied Sciences (ICETAS).
[4] Annisa, Sukiswo, Eko (2020). Analisis Quality of Service Jaringan Long Term Evolution pada Mode Frequency Division Duplexing di Kota Semarang. ejournal.undip TEKNIK, 41(1), 62-71.
[5] Rec. ITU-T E-Series 810-844 (2017). Overall Network Operation. Telephone Service, Service Operation and Human Factors, Quality of telecommunication service.
[6] Nidya (2019). Analisa Performansi 4G di Wilayah Malang. JURNAL JARTEL, 9(2), ISSN 2407- 0807.
[7] Dheni K (2016). Analisis Perencanaan Jaringan LTE di Pita Frekuensi 3500 Mhz dengan Mode TDD dan FDD. Journal InComTech. 7(1), 35-60.
[8] Fadli, Akhmad & Yuliza, Ulil (2019). Optimization in Quality of Service For LTE Network Using Bandwith Expansion. Journal SINERGI, 23(1), 47-54.
[9] Damini, Abhishek (2017). LTE Principle and Optimization (A 4G Wireless Technology). Journal IJESRT, 6(9), 667-677.
[10] Syarif, Fitri, F (2017). Analisis Tingkat Keberhasilan Panggilan Mobile BTS (Based Transceiver Station) Sebagai Recovery Jaringan Seluler Padat Traffik