PERBAIKAN SIFAT-SIFAT BATU PECAH QUARRY BAGUS JAYA ABADI (BJA) SAOKA KOTA SORONG, SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM PEMBUATAN BETON NORMAL
DOI:
https://doi.org/10.32531/z7tg4x51Keywords:
Batu pecah, Agregat kasar, Kuat tekan beton, Gradasi agregat, Kadar lumpurAbstract
Batu pecah merupakan salah satu material utama sebagai agregat kasar dalam pembuatan beton normal. Mutu beton sangat dipengaruhi oleh sifat fisik agregat yang digunakan, seperti gradasi, kadar lumpur, bentuk butiran, berat jenis, dan berat volume. Batu pecah dari Quarry Bagus Jaya Abadi (BJA) Saoka, Kota Sorong, diketahui memiliki beberapa kelemahan, di antaranya gradasi yang tidak memenuhi zona SNI, bentuk butiran pipih, dan kadar lumpur yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sifat-sifat batu pecah agar layak digunakan sebagai agregat kasar sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menguji pengaruhnya terhadap kuat tekan beton pada umur 28 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif–kualitatif dengan pengujian laboratorium terhadap sifat fisik agregat serta pembuatan benda uji beton dengan mutu rencana Fc 20 MPa dan Fc 25 MPa. Proses perbaikan meliputi pemilihan bentuk agregat, pencucian untuk mengurangi kadar lumpur, dan pengeringan. Hasil pengujian menunjukkan kadar lumpur agregat kasar menurun menjadi 0,28% dan gradasi memenuhi batas SNI. Uji kuat tekan beton menunjukkan hasil rata-rata 19,52 MPa (98% dari mutu rencana) untuk Fc 20 MPa, dan 17,14 MPa (68% dari mutu rencana) untuk Fc 25 MPa. Dengan demikian, batu pecah hasil perbaikan layak digunakan untuk beton normal mutu rendah hingga menengah, namun belum optimal untuk mutu tinggi tanpa perbaikan lanjutan.
References
Antono, A. (1995). Bahan konstruksi teknik sipil. Yogyakarta: Universitas Atma Jaya.
ASTM International. (1985). ASTM C150-1985: Standard specification for Portland cement. Philadelphia, USA: Annual Books of ASTM Standard.
Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 03-2834-2000: Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Permukaan.
Badan Standardisasi Nasional. (2013). SNI 03-2847-2013: Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Mulyono, T. (2005). Teknologi beton. Yogyakarta: Andi Offset.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (mix methods). Bandug: Alfabeta.
Satriani. (2019). Pengaruh kadar lumpur terhadap kuat tekan beton normal. Prosiding SNRT (Seminar Nasional Riset Terapan), Politeknik Negeri Banjarmasin, 7 November 2019, hlm. 53–57.
Mahardana, Z. B., Pambudi, W. R., Emilia, O. F., Fasyaro, R. F., Aprinia, A. D., Mustafa, D. T., & Induwati, M. (2023). Meningkatkan kuat tekan beton dengan substitusi agregat studi penggunaan Recycled Concrete Aggregate (RCA). Media Ilmiah Teknik Sipil, Vol. 11 No. 1, Januari 2023, hlm. 1–8.
Fajar, M. N., Saputra, A., Purwantoro, D. S., Arifin, H., & Iqbal. (2024). Pengaruh kadar lumpur terhadap nilai kuat tekan paving block dengan bahan dasar sedimentasi limbah galian C di Sungai Klagison, Kota Sorong. Teknika, Vol. 19 No. 1 (2024), hlm. 103–109. DOI:10.26623/teknika.v19i1.8773.
Rosdiana, dkk. (2024). Study of the utilization of Rahanggada sand as concrete material. Scale Journal of Civil Engineering, Vol. 1 No. 2.
Banyai, K., Czoboly, O., Menyhart, K., & Orban, Z. (2025). Influence of aggregate composition on the properties of recycled concrete and improving performance using special additives. Materials, 18(5), 1108. https://doi.org/10.3390/ma18051108.
##submissions.galleys##
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Karkasa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong









