THE ROLE OF SALAWATI FERRY PORT ON ACCESSIBILITY AND ECONOMIC ACTIVITIES OF CENTRAL SALAWATI DISTRICT, RAJA AMPAT REGENCY
Main Article Content
Abstract
Central Salawati District, Raja Ampat Regency faces connectivity and accessibility challenges characterized by dependence on traditional sea transportation with low shipping safety aspects and limited carrying capacity. In response to these problems, the government built the Salawati Ferry Port to support the implementation of ferry transportation. Then, this study analyzes the role of the ferry port on accessibility and economic activity in Central Salawati District using qualitative descriptive methods with operational data from January 2025 to April 2026. The results show that the existence of the Salawati Ferry Port is able to improve accessibility and inter-island connectivity characterized by increased population mobility, improved shipping safety aspects, and reduced costs and travel time compared to traditional sea transportation modes. Economically, the Salawati Ferry Port encourages the distribution of goods, facilitates the distribution of commodities and logistics, and expands public access to educational facilities, health, and government services in Sorong City. Thus, the Salawati Ferry Port plays a strategic role as a transportation hub and driver of the regional economy.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong
How to Cite
References
Al Fadhil, M., Haris, A., & Muhimmah, B. R. (2022). Kaji dampak pembangunan infrastruktur transportasi terhadap pertumbuhan inklusif ekonomi regional. Jurnal Magister Ekonomi Syariah, 1(2), 87–96. https://doi.org/10.14421/jmes.2022.012-07
Astija, S., & Puspitasari, A. (2019). Pengaruh pelabuhan sebagai simpul pertumbuhan terhadap pengembangan wilayah studi kasus: Pelabuhan Paelangkuta Nusantara Raha. Jurnal Planologi, 14(1), 16–28.
Aziz, A., Alifah, A., Nulhakim, L. L., & Ma’ruf, M. (2025). Transformasi ekonomi di wilayah pesisir: Mengoptimalkan peran strategis pelabuhan laut dalam meningkatkan konektivitas, produktivitas, keberlanjutan, serta peluang, tantangan, dan strategi di Provinsi Banten. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(1), 4788–4795.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat. (2025). Kabupaten Raja Ampat dalam angka 2025. BPS Kabupaten Raja Ampat.
BAPPENAS. (2019). Rencana pembangunan nasional 2020–2024. BAPPENAS.
BAPPENAS. (2025). Ringkasan rencana pembangunan jangka menengah nasional 2025–2029. BAPPENAS.
Dahlan, M. H. (2010). Pelabuhan penyeberangan Merak (1957–2004). Patanjala, 2(1), 141–156.
Kaape, M. A. R., & Suyanto, M. (2026). Pengaruh ketersediaan aksesibilitas pelabuhan, biaya transportasi dan daya beli masyarakat terhadap efisiensi distribusi logistik pada UMKM di Kabupaten Banggai Kepulauan. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 5(1), 2137–2144.
Kristiyanti, M. (2023). Pengembangan pelabuhan perikanan pantai untuk masyarakat pesisir. CV. Pustaka STIMART-AMNI.
Latuconsina, J., Papilaya, R. L., & Nurhaeny, A. (2024). Dampak aksesibilitas transportasi darat dalam pengembangan ekonomi wilayah pesisir berbasis sektor perikanan (Studi kasus: Pulau Ambon – Provinsi Maluku). PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan, 8(1), 80–87.
Meylan, W. C., Fitri, S. A., Ridhoni, N. S., & Ramadhan, M. N. (2025). Pengaruh konektivitas transportasi laut-darat dan kontribusi ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti terhadap kinerja Pelabuhan Tanjung Harapan. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(6), 2684–2694. https://doi.org/10.62335/sinergi.v2i6.1339
Mustakim, A., Nur, H. I., & Agustinus, H. (2017). Analisis indeks konektivitas dan aksesibilitas wilayah kepulauan: Studi kasus Kepulauan Maluku dan Papua. Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, 8(1), 59–68. https://doi.org/10.30649/japk.v8i1.56
Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan. Pemerintah Republik Indonesia.
Pemerintah Republik Indonesia. (2011). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010–2025. Pemerintah Republik Indonesia.
Rakhman, A., Neneng, & Saputri, A. (2020). Analisis pengaruh keberadaan pelabuhan terhadap perekonomian di Pulau Sulawesi. PENA Teknik: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Teknik, 5(2), 54–63.
Rodrigue, J.-P. (2020). The geography of transport systems (5th ed.). Routledge.
Schnaars, P., & Topol, M. T. (1987). The use of multiple scenarios in sales forecasting: An empirical test. International Journal of Forecasting, 3(3–4), 405–419.
Suryana, H. (2020). Aksesibilitas Pelabuhan Kuala Tanjung dalam mendukung kelancaran arus barang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri, 4(2), 91–99. https://doi.org/10.35194/jmtsi.v4i2.1058
Tamin, O. Z. (2000). Perencanaan dan pemodelan transportasi (Edisi ke-2). Penerbit ITB.
Utomo, B. T. (2019). Pengaruh pembangunan infrastruktur terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sinjai. URSJ, 1(2), 50–57.