EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DENGAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN DAN NONLINEAR PUSHOVER ANALYSIS

Abstract Views : 21
PDF Downloads : 9

Authors

  • Eka Faisal Nurhidayatullah Universitas Teknologi Yogyakarta
  • Yoga Maulana Akhsan Universitas Teknologi Yogyakarta
  • Cahyo Dita Saputro Universitas Teknologi Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.32531/e3mx3005

Keywords:

Direct displacement based design, pushover analysis, perpindahan, interstory drift, kinerja struktur

Abstract

Indonesia berada pada wilayah cincin api pasifik dengan tingkat aktifitas seismik tinggi. Kondisi ini menyebabkan bangunan gedung di negara ini berisiko mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Metode perencanaan struktur bangunan di Indonesia umumnya menggunakan pendekatan Force Based Design (FBD). FBD belum mampu mensimulasikan perilaku struktur bangunan akibat gempa secara representatif, seperti metode perancangan berbasis kinerja. Salah satu metode perencanaan berbasis kinerja yaitu Direct Displacement Based Design (DDBD). Meskipun demikian, hasil perancangan struktur dengan DDBD masih memerlukan evaluasi. Evaluasi kinerja struktur dapat dikerjakan dengan metode nonlinear pushover analysis. Penelitian ini menggabungkan dua metode yaitu DDBD dan pushover analysis. DDBD dikerjakan untuk mendapatkan berbagai kriteria desain berbasis kinerja. Sedangkan, analisis pushover dilakukan guna menguji kondisi aktual struktur bangunan melalui simulasi respons inelastik struktur akibat beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai perpindahan, interstory drift, level kinerja struktur antara metode DDBD dengan pushover analysis serta mengidentifikasi pola keruntuhan struktur bangunan. Berdasarkan analisis sendi plastis diketahui bahwa keruntuhan elemen struktur terjadi pada balok terlebih dahulu kemudian kolom setelahnya. Pola ini mengindikasikan bahwa mekanisme keruntuhan telah memenuhi Strong Column Weak Beam. Hasil pushover analysis menunjukkan nilai perpindahan lateral struktur bangunan lebih kecil dari pada DDBD. Hasil pushover analysis menunjukkan bahwa nilai interstory drift cenderung lebih kecil dibandingkan dengan DDBD pada hampir seluruh tingkat bangunan. Namun demikian, terdapat indikasi adanya peningkatan interstory drift aktual pada tingkat 2–3 dibandingkan dengan tingkat – tingkat di atasnya. Bahkan, untuk pembebanan lateral pada arah sumbu y, interstory drift pada tingkat tersebut telah melampaui batas yang ditargetkan oleh DDBD, meskipun demikan angkanya masih berada di bawah ambang batas Life Safety, yaitu sebesar 0,02. Hasil evaluasi pushover berdasarkan ATC-40 dan FEMA 440 menunjukkan tingkat kinerja aktual berada pada kategori Immediate Occupancy hingga Damage Control. Struktur bangunan menunjukkan kinerja seismik yang lebih baik dari target DDBD yaitu Life Safety.

References

American Society of Civil Engineers. (2022). Minimum design loads and associated criteria for buildings and other structures (ASCE/SEI 7-22). American Society of Civil Engineers.

Applied Technology Council. (1996). Seismic evaluation and retrofit of concrete buildings: Volume 1 (ATC-40). Applied Technology Council.

Applied Technology Council. (2005). Improvement of nonlinear static seismic analysis procedures (FEMA 440). Federal Emergency Management Agency.

Badan Standardisasi Nasional. (2019a). SNI 1726:2019: Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2019b). SNI 2847:2019: Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2020). SNI 1727:2020: Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain. Badan Standardisasi Nasional.

Nurhidayatullah, E. F., & Ardiyanto. (2025). Seismic performance study of multi-storey building structures with nonlinear time history analysis method. Journal of Civil Engineering, Building and Transportation, 9(1), 62–79. https://doi.org/10.31289/jcebt.v9i1.12622

Nurhidayatullah, E. F., & Kurniati, D. (2021). Potensi kerusakan bangunan bertingkat sedang dengan skenario gempa lebih besar sama dengan 5 SR sebagai upaya mitigasi kebencanaan di Yogyakarta. Teras Jurnal, 11(1), 125–139. https://doi.org/10.29103/tj.v11i1.409

Nurhidayatullah, E. F., & Kurniati, D. (2022). Korelasi perilaku struktur bangunan berdasarkan parameter R, Cd, dan Ω terhadap tingkat kinerja pada beragam simulasi gempa. Jurnal Teknik Sipil Unaya, 8(2), 189–203. https://doi.org/10.30601/jtsu.v8i2.2841

Nurhidayatullah, E. F., & Kurniati, D. (2025). Prediction of ground motion due to the influence of nonlinear soil conditions using probabilistic approach. Teknisia, 29(2), 80–93. https://doi.org/10.20885/teknisia.vol29.iss2.art2

Nurhidayatullah, E. F., & Teguh, M. (2018). Kinerja seismik struktur pada tipe gedung dengan ketidakberaturan ketinggian dan denah. Teknisia, 23(1), 450–462.

Prawirodikromo, W. (2012). Seismologi teknik & rekayasa kegempaan. Pustaka Pelajar.

Priestley, M. J. N., Calvi, G. M., & Kowalsky, M. J. (2007). Displacement-based seismic design of structures. IUSS Press.

Vijayanarayanan, A. R. (2012). Earthquake safety of building contents (non-structural elements). National Information Centre of Earthquake Engineering.

Wijaya, U., & Tavio. (2018). Desain rekayasa gempa berbasis kinerja (performance based design). Andi.

##submissions.galleys##

Published

2026-07-31

License

Copyright (c) 2026 Jurnal Karkasa

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

How to Cite

EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DENGAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN DAN NONLINEAR PUSHOVER ANALYSIS. (2026). Jurnal Karkasa, 12(1), 7-17. https://doi.org/10.32531/e3mx3005