PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PASIR BITUNG DAN PASIR MALANU TERHADAP MUTU PAVING BLOCK BERDASARKAN KUAT TEKAN DAN PENYERAPAN AIR

Abstract Views : 18
PDF Downloads : 11

Authors

  • Angelius Gaudens Gigo Naing Politeknik Saint Paul Sorong
  • Muh. Akhsan Samaila Politeknik Saint Paul Sorong

DOI:

https://doi.org/10.32531/zsyq2931

Keywords:

paving block, pasir Bitung, pasir Malanu, kuat tekan, penyerapan air

Abstract

Pengembangan penggunaan pasir lokal, terutama untuk pembuatan paving block, di Kota Sorong masih sangat minim, sehingga sebagian produsen paving block memanfaatkan material pasir dari luar daerah. Padahal kualitas mutu pasir lokal untuk paving block harus lebih diperhatikan dengan baik, karena hanya berbeda dari segi berat volume, warna, kadar lumpur, serta analisa saringan dibanding pasir dari daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kualitas paving block yang dibuat menggunakan pasir hitam Bitung dan pasir lokal Malanu ditinjau dari kuat tekan dan penyerapan air. Benda uji paving block berdimensi 21 cm x 10,5 cm x 7 cm dibuat menggunakan proporsi rencana campuran 40 MPa menurut standar DOE, dengan jumlah 20 sampel utuh untuk masing-masing jenis pasir. Benda uji dipotong berbentuk kubus sesuai syarat SNI 03-0691-1996 dan diuji menggunakan Compression Testing Machine (CTM) pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu paving block dari kedua jenis pasir belum memenuhi target mutu rencana sebesar 481,93 kg/cm² (mutu kelas A). Pada umur 28 hari, paving block dengan pasir Bitung mencapai kuat tekan 151 kg/cm² atau termasuk mutu kelas C untuk penggunaan trotoar pejalan kaki, sedangkan paving block dengan pasir Malanu hanya mencapai 105 kg/cm² atau termasuk mutu kelas D untuk penggunaan taman. Nilai penyerapan air rata-rata maksimum masing-masing sebesar 1,48% untuk pasir Bitung dan 2,30% untuk pasir Malanu, keduanya telah memenuhi syarat SNI 03-0691-1996 (maksimum 3%). Dengan demikian, pasir Bitung menghasilkan mutu paving block yang lebih baik dibandingkan pasir lokal Malanu.

References

Badan Standarisasi Nasional (BSN). (1996). Bata Beton, SNI 03-0691-1996. Bandung.

Badan Standarisasi Nasional (BSN). (2012). Metode Uji Analisa Saringan Agregat Halus dan Agregat Kasar, SNI ASTM C136:2012. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional (BSN). (2008). Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus, SNI 1970:2008. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional (BSN). (2008). Cara Uji Berat Isi, Volume Produksi Campuran dan Kadar Udara Beton, SNI 03-1973-2008. Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional (BSN). (1990). Metode Pengujian Kadar Air Agregat, SNI 03-1971-1990. Jakarta.

Anggodo. (2014). Pengaruh Abu Batu Sebagai Bahan Tambah Terhadap Kuat Tekan Paving Block.

Baskaran, K., & Gopinath, K. (2013). Study on applicability of ACI and DOE mix design methods for paving blocks. Annual Transactions of Institution of Engineers, Sri Lanka, 127–134.

Kahfi, M. S. (2017). Pemanfaatan Campuran Pasir Lokal Jember dan Banyuwangi dalam Pembuatan Paving Block.

Maulana, I. (2018). Perbedaan Kuat Tekan Paving Block dengan Metode Pembuatan Manual, Mesin Pres Hidrolis dan Mesin Pres Hidrolis Vibrasi.

Sebayang, S., Diana, I. W., & Purba, A. (2012). Perbandingan mutu paving block produksi manual dengan produksi masinal. Rekayasa: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung, 15(2), 139–150.

Wibowo, A. (2017). Perbandingan Kuat Tekan dan Serapan Air Paving Block Hydraulic dengan Variasi Campuran Semen (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

##submissions.galleys##

Published

2025-12-08

License

Copyright (c) 2026 Jurnal Karkasa

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

How to Cite

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PASIR BITUNG DAN PASIR MALANU TERHADAP MUTU PAVING BLOCK BERDASARKAN KUAT TEKAN DAN PENYERAPAN AIR. (2025). Jurnal Karkasa, 11(2), 40-44. https://doi.org/10.32531/zsyq2931