STUDI EKSPERIMENTAL BETON BERTULANG PASCA KEBAKARAN UNTUK PENILAIAN KEKUATAN DAN IKATAN TULANGAN
DOI:
https://doi.org/10.32531/yjd4k803Keywords:
Beton Bertulang, Suhu Tinggi, Pasca Kebakaran, Kekuatan Tekan, Ikatan Tulangan, Pull-Out TestAbstract
Kebakaran pada bangunan beton bertulang dapat menyebabkan penurunan signifikan terhadap kekuatan material dan integritas struktural akibat paparan suhu tinggi. Salah satu tantangan utama dalam evaluasi pasca kebakaran adalah menentukan sejauh mana kerusakan terjadi pada beton dan ikatan antara beton dengan tulangan baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan sifat mekanis beton bertulang setelah paparan suhu tinggi melalui pendekatan eksperimental laboratorium. Spesimen balok dan silinder beton bertulang dengan mutu normal (fc' = 25 MPa) dipanaskan pada suhu 200°C, 400°C, 600°C, dan 800°C selama dua jam dalam furnace, kemudian didinginkan secara alami. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kuat tekan, tarik belah, lentur, dan uji ikatan tulangan (pull-out test). Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan suhu eksposur berbanding lurus dengan penurunan kekuatan material. Pada suhu 600°C ke atas, terjadi penurunan kekuatan tekan hingga lebih dari 40%, dan penurunan signifikan pada kekuatan ikatan beton-tulangan. Analisis visual dan mikroskopis mengindikasikan terbentuknya retak mikro, peningkatan porositas, dan degradasi fasa hidrat semen. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk penilaian kerusakan struktur pasca kebakaran serta menjadi acuan dalam perencanaan strategi perbaikan dan penguatan struktur. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengevaluasi performa beton bertulang pasca kebakaran menggunakan pendekatan numerik dan simulasi elemen hingga (FEM).
References
American Concrete Institute. (2014). Building code requirements for structural concrete (ACI 318-14) and commentary (ACI 318R-14). American Concrete Institute.
ASTM International. (2017). ASTM C496/C496M-17: Standard test method for splitting tensile strength of cylindrical concrete specimens. ASTM International.
ASTM International. (2018). ASTM C150/C150M-18: Standard specification for Portland cement. ASTM International.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2016). Risiko bencana Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Badan Standardisasi Nasional. (2002). SNI 03-2461-2002: Spesifikasi agregat ringan untuk beton ringan struktural. Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI 7656:2012: Tata cara pemilihan campuran untuk beton normal, beton berat, dan beton massa. Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. (2014). SNI 6882:2014: Spesifikasi mortar untuk pekerjaan pasangan. Badan Standardisasi Nasional.
Departemen Pekerjaan Umum. (1982). Peraturan umum bahan bangunan di Indonesia (PUBI 1982). Departemen Pekerjaan Umum. https://simantu.pu.go.id/personal/img-post/autocover/5093c1377acb71720fc692e637db990e.pdf
Krishna Priya Rao, S., & Tadepalli, T. (2024). High-temperature behaviour of concrete: A review. Lecture Notes in Civil Engineering, 440, 167–186. https://doi.org/10.1007/978-981-99-7464-1_13
Kurniati, D. (2024). Ketahanan kuat tekan beton serat fiber glass sebagai bahan tambah. Jurnal Karkasa, 10(2). 39-44. https://doi.org/10.32531/jkar.v10i2.898
Nazri, F. M., Jaya, R. P., Abu Bakar, B. H., & Ahmadi, R. (2016). Fire resistance of ultra-high performance fibre reinforced concrete due to heating and cooling. MATEC Web of Conferences, 87, Article 01021. https://doi.org/10.1051/matecconf/20178701021
Qiu, J., Jiang, L., & Usmani, A. (2021). Post-fire repair of concrete structural members: A review on fire conditions and recovered performance. International Journal of High-Rise Buildings, 10(4), 323–334. https://doi.org/10.21022/IJHRB.2021.10.4.323
Rangaswamy, P. S. (2024). Prediction of residual strength of recycled aggregate concrete by using artificial intelligence and machine learning. African Journal of Biological Sciences. https://doi.org/10.48047/AFJBS.6.7.2024.1088-1095
Saleem, M. A., Siddiqi, Z. A., Aziz, M., & Abbas, S. (2016). Ultrasonic pulse velocity and rebound hammer testing for nondestructive evaluation of existing concrete structures. Pakistan Journal of Engineering and Applied Sciences, 18, 89–97.
Supit, S. W. M., & Priyono. (2023). Utilization of modified plastic waste on the porous concrete block containing fine aggregate. Jurnal Teknologi, 85(4), 143–151. https://doi.org/10.11113/jurnalteknologi.v85.19219
Yumkham, B., Shijagurumayum, C., & Suresh, T. (2022). Fire resistance of concrete structure: A review. Samriddhi: A Journal of Physical Sciences, Engineering and Technology, 14(Special Issue 1), 63–67. https://doi.org/10.18090/SAMRIDDHI.V14SPLI01.12
Zong, G., Wang, Y., Wang, Y., & Ren, Z. (2024). Test research on residual mechanical properties of fiber-reinforced concrete segments after high temperature. Materials, 17(6), Article 1418. https://doi.org/10.3390/ma17061418
##submissions.galleys##
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Karkasa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
LPPM Politeknik Katolik Saint Paul Sorong









